Minggu, 07 Mei 2017



TEMPE

    Asal Usul Tempe

 Tempe merupakan makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji-biji kedelai. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai ragi tempe.

  Kaum vegetarian di seluruh dunia banya yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia saja.

  Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya di produksi di Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun, makanan tradisional in sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta.

  Hal ini dalam catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa, mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

  Kata “tempe” berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan itu. Selain itu juga terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuata tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi, dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitukoji kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Seanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.

   Manfaat Tempe

Manfaat tempe untuk kesehatan
  •  Untuk balita dan anak-anak
Membuat anak sehat karena tempe mengandung antioksidan dan antibioka di dalamnya bisa menyembuhkan infeksi dan penyakit turunan lainnya.
Tempe mudah dicerna dan mengandung enzim pencernaan yang dihasilkan ragi taua jamur rhizopus oligoprus ketika difermentasikan, baik untuk pencernaan anak.
Membantu anak yang terkena ganggan kembung perut, karena ketika tempe diolah kadar satkiosa dan raffinosa.
·         Untuk orang dewasa yang sedang menjaga kesehatan
ü  Tempe dapat mencegah beberapa penyakit degenaratif.
ü  Tempe dapat membuat jantung tetap sehat, karena mampu menngkatkan kada kolesterol baik di tubuh.
ü  Tempe memiliki kandungan serat yang mampu mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker.
ü  Tempe memiliki kandungan serat yang juga bisa memperbaiki jalannya kandungan pencernan dalam tubuh.
ü  Tempe mampu menjaga tulang tetap kuat dan mencegah peyakit osteoporosis.
ü  Tempe mampu menjaga tuang tetap kuat dan mencegah penyakit osteoporosis.
ü  Tempe baik untuk kesehatan kulit dan otot, karena mengandung vitamin.
ü  Tempe memilik zat antibiotik dan antibakteri pencegah E-coli sehingga baik untuk mencegah diare dan kolera.
ü  Tempe memiliki kandungan untuk menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
Itulah manfaat-manfaat tempe agar bisa dikonsumsi tubuh manusia dan baik untuk kesehatan. Tempe mempunyai banyak sekali manfaat untuk tubuh kita.
      

     Kandungan Gizi


  Tempe berpotensi digunakan untuk melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain.  Selain itu juga tempe mengandung zat antibakteri penyebab diare,penurunan koresterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain

  Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, oleh karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna didalam tubuh dibandingkan dengan kedelai.

Kandungan gizi dalam tempe ini cukup banyak, antara lain:
·         Tempe mengandung serat pangan
·         Tempe mengandung karbohidrat
·         Tempe mengandung kalsium
·         Tempe mengandung zat besi
·         Tempe mengandung vitamin B nabati
·         Tempe mengandung fosfor
·         Tempe mengandung keratin
   Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gizzi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada di dalam kedelai.
Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 gram nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7;3 sudah cukup baik untuk balita.

 Cara Memillih Kedelai Yang Baik Untuk Tempe

  • Berwarna Kuning Kecoklatan

Kedelai yang digunakan untuk pembuatan tempe adalah yang warna kuning agak kecoklatan. Selain warna kuning agak kecoklatan, kedelai pula ada yang berwarna hitam  legam. Kedelai hitam, biasanya digunakan untuk bahan pembuatan kecap.
  • Bulat

Ciri kedelai selanjutnya adalah bentuknya yang bulat untuk kedelai yang bentuknya pipih, biasanya jarang digunkanan karena sulit untuk dilunakkan. 
  • Kering

Kedelai yang basah akan menghasilkan tempe yang berbeda dengan kedelai kering saat memulai tahapan pencucian. Kedei yang basah bila dicuci dan direndam akan mudah busuk yang berimbas pada rasa tempe yang kurang lezat.
  • Cukup Tua

kedelai yang bagus adalah kedelai yang cuku tua saat dipanen. Dengan demikian tempe tidak akan terasa pahit kala menyantapnya.
  • Padat

Salah satu dari kedelai yang bagus adalah padat. Setelah merebus kedelai, biasanya kedelai yang terapung akan dibuang  karena kurang baik untuk digunakan sebagai tempe.

         Cara Membuat Tempe

  1. Siapkan kacang kedelai kira-kira 1kg yang sudah siap diolah
  2. Siapkan juga jamur rhizopus olisgopus 2gram
  3. Cuci kacang kedelai dengan air bersih
  4. Rendam ira-kira 1hari
  5. Cuci lagi sambil diremas-remas agar kulit arinya terlepas
  6. Rebus dengan air secukupnya selama 30 menit
  7. Buanglah air rebusannya, dan aduk kembali sisanya diatas kompor
  8. Tunggu hingga kering, jangan sampai gosong
  9. Kedelai ditiriskan
  10. Setelah dingin, lakukan fermentasi dengan jamur atau ragi
  11. Aduklah hingga rata
  12. Siapkan daun pisang untuk alas
  13. Masukkan kedelai tsb ke daun, dengan ketebalan 2-3 cm
  14. Tutup dan rapatkan wadah
  15. Daun tsb harus memiliki lubang udara agar tidak terlalu rapat
  16. Simpan didalam lemari/tempat kedap udara selama 2 hari.
Jika masih belum jelas , bisa di simak video berikut !




 

Varian Makanan Tempe


   Tempe bisa dijadikan beberapa makanan yang nikmat , bisa dijadikan sebagai camilan , maupun teman untuk makan degan Nasi. Salah satunya Keripik Tempe , mau tau cara membuat nya ? Yuk lihat tutorial nya dibawah ini !

·         Bahan :
  •  Tempe secukupnya
  •  300 gr tepung beras
  •  150 gr tepung tapioka
  •  1 butir telur ayam
  •  500 gr air
  •  Minyak goreng

·         Bumbu halus keripik tempe :
  • 10 gr ketumbar
  • 50 gr kemiri
  • 8 gr garam
  • 50 gr bawang putih
  • 5 gr daun jeruk

·         Cara pembuatan :
  • Lapisan : campur tepung beras, tapioka, telur, bumbu halus hingga rata. Tuang air sedikit demi sedikit.
  • Potong/iris tempe dengan ketebalan 0,5 mm – 1 mm
  • Panaskan minyak
  • Celup tap lembaran tempe dalam adonan lapisan, angkat, dan tiriskan. Goreng hingga kering dan berwarna kuning kecoklatan.
  • Simpan keripik tempe didalam toples tertutup dan bersih agar terjaga kerenyahan dan rasanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar